TENTANG

Mengenal lebih dekat Desa Togubang

STATISTIK DESA

Berikut adalah data statistik singkat mengenai Desa Togubang

8

JUMLAH DUSUN

975

PESERTA KB

1464

RUMAH TANGGA

5461

TOTAL PENDUDUK

ATR

Aman, Tentram, serta Religius.

BLOG

Artikel terbaru dari Desa Togubang

  • Rujak Mie Kuah Receh ala Desa Togubang


    Berbicara tentang Indonesia, rasanya kurang pas jika belum membahas kulinernya. Selain suku dan bahasa yang beragam, Indonesia juga memiliki kuliner yang bermacam-macam. Meskipun namanya sama, namun cita rasa yang ditawarkan pasti berbeda. Sebut saja Soto Lamongan dan Soto Madura. Keduanya sama-sama soto. Namun ketika ditanya rasanya, pasti berbeda. Hal inilah yang membuat kuliner Indonesia, menjadi list wajib para wisatawan lokal maupun mancanegara, ketika berlibur. Setiap daerah bisa jadi punya kulinernya sendiri. Tak ketinggalan pula Desa Togubang.

    Rujak mie kuah. Begitulah mungkin namanya jika dilihat dari apa yang ada diatas piring saji. Makanan ini merupakan kombinasi dari irisan lontong/ketupat, kemudian rujak bumbu kacang yang hanya diisi tauge, kemudian disirami dengan mie kuah diatasnya. Tak lupa taburan bawang goreng untuk menambah rasa gurih. Perihal rasa, makanan ini sudah tidak usah diragukan lagi. Gurih dan segar layaknya sensasi makan rujak meskipun isinya hanya tauge.

    Porsinya sendiri bisa dikatakan cukup jumbo untuk ukuran piring sarapan. Karena memang, makanan ini hanya dijual ketika pagi hari, mengikuti jadwal pasar kaget yang ada di Desa Togubang. Namun, karena ini di desa, porsi sarapan seperti ini adalah hal lumrah bagi para petani ataupun pedangan yang notabene membutuhkan banyak tenaga untuk kegiatannya. Dan kabar baiknya, selain rasa yang cukup menggugah selera, harga sepiring jumbo ini hanya Rp. 3000 receh saja. Dear mahasiswa, akhir bulanmu... Masih terselamatkan kok!
  • Antusiasme Warga dalam Seminar KB dan Pelatihan Olahan Produk Unggulan Desa Togubang


    Dalam rangka untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya program KB (Keluarga Berencana), pemerintah melalui BKKBN bekerjasama dengan kelompok KKN 14 Universitas Trunojoyo Madura untuk mengadakan Seminar KB dan Pelatihan Produk Unggulan di Desa Togubang, Kecamatan Geger.

    Bertempat di kediaman kepala desa Togubang, acara ini dihadiri ibu-ibu Desa Togubang dengan sangat antusias. Acara dibuka dengan penjelasan bagaimana manfaat KB untuk mencegah atau menunda kehamilan yang di pandu langsung oleh Ibu Bidan Zaitun Ernawati, S.St. Mulai membahas apa saja metode-metode KB beserta efek menggunakannya. Kemudian dilanjutkan dengan materi bagaimana menjaga kesehatan alat reproduksi, serta mencegah terjadinya kangker serviks dan payudara.

    Setelah puas membahas tentang KB, para ibu kemudian menyimak presentasi yang dipandu oleh teman-teman kelompok KKN 14 UTM, yang berisi tentang proses pengolahan produk unggulan desa, yaitu kacang dan nanas. Olahan dari kacang yaitu pembuatan selai kacang dan juga cokelat kacang. Dan selai nanas untuk olahan dari buah nanas. Dengan diadakannya pelatihan pengolahan produk ini, diharapkan dapat meningkatkan nilai jual produk unggulan yang ada di Desa Togubang. Sehingga dapat sedikit mengangkat perekonimian yang ada di desa.

  • Pasar Kaget Desa Togubang


    Satu hal yang sudah pasti unik dari desa ini adalah bentuknya yang memanjang nan aduhai seperti gitar spanyol. Jalannya yang ‘hampir’ bagus dengan kerikilnya yang bertebaran di sana sini, serta bonus demografinya. Bonus demografi dalam hal ini ialah jumlah penduduk yang sangat banyak, tanah yang masih luas, pemukiman yang masih jarang serta pertanian yang tumbuh subur meski beberapa desa di Kecamatan Geger terkenal cukup tandus dan sering mengalami kesulitan air.
     
    Selain hal diatas, ternayata Desa Togubang masih mempunyai hal menarik untuk ditelusuri lebih lanjut. Yaitu tentang keberadaan Pasar Kaget. Menurut Bapak Klebun Desa Togubang, pertama kali mulai diadakannya pasar ini hanya khusus untuk hari-hari sakral saja. Seperti menjelang lebaran, maulid, dan lain sebagainya. Seiring berjalannya waktu, pasar ini akhirnya ada 3 kali dalam seminggu. Yaitu hari Selasa, Kamis dan Minggu. Salah satu alasannya dikarenakan Desa Togubang memiliki luas yang amat sangat besar dan penduduk yang luar biasa banyak. Sehingga kebutuhan sehari-hari pun makin membludak. Dengan adanya pasar kaget ini, warga Desa Togubang jadi lebih mudah dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka. Namun tidak seperti pasar-pasar pada umumnya yang buka hingga  pertengahan hari. Pasar kaget ini hanya buka hingga jam 8 pagi.
     
    Meskipun pasar kaget ini hanya ada 3 kali dalam seminggu dan jam tayangnya hanya sebentar, pasar ini tetap memiliki barang dagangan yang lengkap. Antara lain adalah sembako, bumbu dapur, alat mencuci dan alat mandi, serta peralatan masak. Ada juga makanan masa kecil seperti bubur, getuk (makanan ringan yang terbuat dari singkong), klanting (makanan yang terbuat dari tepung kanji). Selain sembako dan bumbu masak, ada pula yang menjual pakan ayam, mainan anak-anak dan lain-lain. Singkatnya pasar ini menjual segala sesuatu secara lengkap. Namun ada pula beberapa yang tidak ada disini salah satunya daging baik ayam maupun sapi. 
  • Sejarah Singkat Desa Togubang

    Sumber : Google Maps @2017

    Desa Togubang–Geger. Togubang  merupakan salah satu desa yang berada di bawah naungan pemerintahan Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan, Madura. Desa ini dihuni oleh sekitar 5.461 jiwa pada tahun 2015. Bentuk geografis Desa Togubang terbilang cukup unik, bentuknya yang memanjang dari ujung barat hingga ujung timur diperkirakan mencapai 20 km, dengan bentuk yang menyerupai sebuah gitar. Diapit oleh beberapa desa hingga menyentuh perbatasan Kecamatan Geger dengan Tanah Merah, desa ini memiliki kepadatan penduduk yang rendah sehingga jarak antara rumah yang satu dengan rumah lainnya terbilang cukup jauh.
    Nama Desa Togubang sendiri berasal dari gabungan kata Betoh (yang berarti batu) dan Gubang (yang berarti dilubangi/dibongkar). Sehingga ketika kedua kata tersebut digabungkan jadilah nama BetohGubang. Namun karena menyebutkan 4 suku kata agak sulit, maka nama BetohGubang disingkat menjadi Togubang. Perihal mengenai siapa yang memberikan nama itu, warga desa Togubang percaya bahwa yang memberikan nama tersebut adalah Syaikhona Kholil. Kepercayaan itu bermula dari sebuah cerita dimana pada suatu hari terdapat seorang maling yang menyatroni rumah seorang janda yang tinggal seorang diri. Maling itu telah berhasil mengambil barang-barang milik janda tersebut. Namun meskipun ia berhasil mencuri, perbuatannya tersebut diketahui oleh Syaikhona Kholil. Sehingga maling tersebut dibawa ke Bangkalan dan dipaksa untuk mengembalikan barang-barang yang telah dicurinya. Nah, batu yang dibongkar atau BetohGubang itu adalah istilah yang diambil setelah maling tersebut berhasil membongkar batu yang menjadi tembok rumah janda yang tinggal seorang diri itu. Pada akhirnya jadilah BetohGubang menjadi nama sebuah desa.

    Letak geografis desa ini berada di daerah perbukitan Geger. Seperti desa yang terletak di atas perbukitan pada umumnya, akses jalan untuk menuju desa Togubang terbilang cukup sulit. Untuk mencapai Togubang, terdapat beberapa tanjakan tajam dan kelokan serta jalan utama yang hanya cukup untuk dilalui satu kendaraan roda empat. Selain jalan yang tidak begitu luas dan berkelok, keadaan jalan di desa ini juga kurang begitu baik. Keadaan ini menyebabkan perjalanan menuju desa Togubang menjadi cukup sulit, bahkan beberapa dusun yang ada di desa Togubang hanya dapat diakses melalui jalan desa lain. Mayoritas mata pencaharian warganya ialah petani, pengusaha batu bata, serta merantau keluar Madura. Sehingga tak jarang apabila terdapat rumah yang besar namun penghuninya hanya 2 hingga 3 orang saja.

    CONTACT

    Peta daerah Desa Togubang

    Desa Togubang - Geger

    • Desa :Togubang
    • Kecamatan :Geger
    • Kabupaten :Bangkalan
    • Negara :Indonesia
    • Email :none

    Hubungi Lebih Lanjut

    Silahkan isi form berikut untuk menguhubungi lebih lanjut