• Sejarah Singkat Desa Togubang

    Sumber : Google Maps @2017

    Desa Togubang–Geger. Togubang  merupakan salah satu desa yang berada di bawah naungan pemerintahan Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan, Madura. Desa ini dihuni oleh sekitar 5.461 jiwa pada tahun 2015. Bentuk geografis Desa Togubang terbilang cukup unik, bentuknya yang memanjang dari ujung barat hingga ujung timur diperkirakan mencapai 20 km, dengan bentuk yang menyerupai sebuah gitar. Diapit oleh beberapa desa hingga menyentuh perbatasan Kecamatan Geger dengan Tanah Merah, desa ini memiliki kepadatan penduduk yang rendah sehingga jarak antara rumah yang satu dengan rumah lainnya terbilang cukup jauh.
    Nama Desa Togubang sendiri berasal dari gabungan kata Betoh (yang berarti batu) dan Gubang (yang berarti dilubangi/dibongkar). Sehingga ketika kedua kata tersebut digabungkan jadilah nama BetohGubang. Namun karena menyebutkan 4 suku kata agak sulit, maka nama BetohGubang disingkat menjadi Togubang. Perihal mengenai siapa yang memberikan nama itu, warga desa Togubang percaya bahwa yang memberikan nama tersebut adalah Syaikhona Kholil. Kepercayaan itu bermula dari sebuah cerita dimana pada suatu hari terdapat seorang maling yang menyatroni rumah seorang janda yang tinggal seorang diri. Maling itu telah berhasil mengambil barang-barang milik janda tersebut. Namun meskipun ia berhasil mencuri, perbuatannya tersebut diketahui oleh Syaikhona Kholil. Sehingga maling tersebut dibawa ke Bangkalan dan dipaksa untuk mengembalikan barang-barang yang telah dicurinya. Nah, batu yang dibongkar atau BetohGubang itu adalah istilah yang diambil setelah maling tersebut berhasil membongkar batu yang menjadi tembok rumah janda yang tinggal seorang diri itu. Pada akhirnya jadilah BetohGubang menjadi nama sebuah desa.

    Letak geografis desa ini berada di daerah perbukitan Geger. Seperti desa yang terletak di atas perbukitan pada umumnya, akses jalan untuk menuju desa Togubang terbilang cukup sulit. Untuk mencapai Togubang, terdapat beberapa tanjakan tajam dan kelokan serta jalan utama yang hanya cukup untuk dilalui satu kendaraan roda empat. Selain jalan yang tidak begitu luas dan berkelok, keadaan jalan di desa ini juga kurang begitu baik. Keadaan ini menyebabkan perjalanan menuju desa Togubang menjadi cukup sulit, bahkan beberapa dusun yang ada di desa Togubang hanya dapat diakses melalui jalan desa lain. Mayoritas mata pencaharian warganya ialah petani, pengusaha batu bata, serta merantau keluar Madura. Sehingga tak jarang apabila terdapat rumah yang besar namun penghuninya hanya 2 hingga 3 orang saja.
  • 0 komentar:

    Posting Komentar